A Beautiful Promise

ayat 9: muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu
ayat 9 כַּבֵּ֣ד אֶת־יְ֭הוָה מֵהֹונֶ֑ךָ וּ֝מֵרֵאשִׁ֗ית כָּל־תְּבוּאָתֶֽךָ׃
Ayat 9 כַּבֵּ֣ד אֶת־יְ֭הוָה מֵהֹונֶ֑ךָ וּ֝מֵרֵאשִׁ֗ית כָּל־תְּבוּאָתֶֽךָ׃ (kabbed et-YHWH mehoneka umeresit kal-tebuateka) artinya “hormatilah YHWH dari kekayaan atau kecukupanmu dan dari yang pertama semua pendapatanmu”
kata כַּבֵּ֣ד (kabbed) adalah kata kerja piel imperatif maskulin tunggal dari akar kata כָּבַד (kabad) artinya “menghormati”. jadi כַּבֵּ֣ד (kabbed) artinya “hormatilah dia”.
Piel bersifat aktif dan menyatakan proses dari tindakan menjadi suatu status keberadaan. Arti dasar dari akar kata Qal dikembangkan atau diperluas menjadi suatu status keberadaan.
kata אֶת־יְ֭הוָה (et YHWH), kata אֶת־ (et) adalah penunjuk objek secara langsung, sedangkan יְ֭הוָה adalah YAHWEH atau biasa disingkat YHWH.

jadi כַּבֵּ֣ד (kabbed) artinya bukan “Muliakanlah” tapi “hormatilah”. kata כַּבֵּ֥ד (kabbed) juga digunakan didalam keluaran 20:12 “hormatilah ayah dan ibumu …”. kata yang sama juga digunakan didalam Yosua 7:19. Sedangkan kata “muliakanlah” sebenarnya diterjemahkan dari kata גָּדַל (gadal) yang artinya “tumbuh menjadi besar” atau “besarkanlah”, tetapi kenapa memakai kata כַּבֵּ֣ד (kabbed) “hormatilah”?
Syarat kelima untuk mendapatkan berkat dari hikmat adalah HORMATILAH TUHAN (YHWH). Menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia) menghormati adalah[1]
1 menaruh hormat kepada; hormat (takzim, sopan) kepada: anak-anak wajib ~ orang tua;
2 menghargai; menjunjung tinggi: kita harus ~ pendapat dan keyakinan orang lain;
3 mengakui dan menaati (tentang aturan, perjanjian): kita akan ~ persetujuan dan perjanjian yang telah kita buat;
jadi bukan hanya menjunjung tinggi tetapi juga mengakui dan menaati
Ada juga ketakutan yang di sertai hormat, maksudnya adalah ketakutan yang menghasilkan rasa hormat di terjemahkan dari kata יָרֵא (yare) dalam imamat 19:30 “Kamu harus memelihara hari-hari sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku; Akulah TUHAN.”
Arti Kata כבד ‘kabed’ [2]
kata kerja Ibrani כבד ‘kabed’ yang – dimulai dari arti dasar ‘berat/berbobot’ – mempunyai arti: menghormati, menganggap hormat, menganggap tinggi. Sebagai tindak lanjut dari hal ini, kami akan menguraikan lebih lanjut kata כָּבוֹד ‘kabad’, yang berasal dari kata dasar ‘kabed’ (menghormati) yang disebutkan di atas. ‘Kabad’ (pengucapan: kavad) adalah kata Ibrani penting yang muncul 199 kali dalam Perjanjian Lama. Kata ini khususnya ditemukan dalam kitab nabi Yesaya dan Yehezkiel serta dalam kitab Mazmur dan Amsal. Sebagai kata benda, ‘kabad’ memiliki dua aspek makna:
Pertama, ‘kabad’ dapat diterjemahkan sebagai: berat, kekuatan, tenaga, kemampuan. Kedua, ‘kabod’ berarti kehormatan, kemuliaan, keagungan, martabat, kemegahan.

Dalam aspek makna yang kedua ini, ‘kabad’ muncul terutama berkaitan dengan Tuhan Allah sendiri, Keilahian-Nya, Firman-Nya, nama-Nya, karya-karya, tempat suci, dan kota. Oleh karena itu ‘kabad’/kemuliaan merupakan sebuah konsep teologis yang penting. Bagaimanapun juga, kata ini muncul sehubungan dengan Wujud Tuhan, tindakan dan banyak hal yang berbicara tentang Dia dan/atau milik-Nya. Tentu tidak berlebihan bila kita mengatakan bahwa kata ‘kabad’/kemuliaan tidak bisa kita artikan dengan baik dalam kajian singkat. Ada beberapa hal yang patut disebutkan sehubungan dengan kata yang kaya dan komprehensif ini.
‘Kabad’/kemuliaan dan kehadiran Tuhan Istilah ‘kabod’/kemuliaan digunakan secara khusus untuk menggambarkan manifestasi kehadiran Tuhan yang terlihat. Setelah Tuhan memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Sinai, ‘kabad’/kemuliaan TUHAN bersemayam di gunung itu sebagai api yang menghanguskan, termasuk awan yang menutupi (Keluaran 24:16-17). Hanya Musa yang mempunyai hak istimewa untuk berada di sana dan berbicara dengan Tuhan secara langsung (Keluaran 24:18; 33:9-11). ‘Kabad’/kemegahan Tuhan menunjukkan kehadiran-Nya di dalam tabernakel dan dalam pelayanan kurban dan ibadah. Oleh karena itu, Tuhan berjanji untuk datang kepada bangsa Israel pada saat pengorbanan “… dan itu akan disucikan oleh ‘kabad’/kemuliaan-Ku” (Keluaran 29:43). Dan ketika Musa telah mendirikan Kemah Suci, Tuhan menunjukkan kehadiran-Nya di tengah-tengah umat-Nya, karena “… kabad/kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci” (Keluaran 40:34-35). Lihat juga Imamat 9:6; 09:23. ‘Kabad’/kemuliaan juga merupakan ekspresi kehadiran Tuhan di tabut perjanjian. Itu sebabnya cucu Eli mendapat nama menyedihkan ‘Ikabad’ (= no ‘kabad’/kemuliaan), setelah orang Filistin mengambil tabut Tuhan.
Tidak ada kehormatan bagi Anda sendiri Dalam doa alkitabiah, Tuhan sering dimohon untuk menyelamatkan karena ‘kabad’/kehormatannya. Hal ini antara lain berkaitan dengan kehormatan namanya di kalangan bangsa-bangsa. Maka kita mendengar pemazmur memohon, “Tolonglah kami ya Allah penyelamat kami, demi ‘kabad’/kemuliaan nama-Mu […] Mengapa bangsa-bangsa berkata, Dimanakah Allah mereka?” (Mazmur 79:9-10). Kami mendengar permohonan serupa lagi: “Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mu berikanlah ‘kabad’/kemuliaan, demi keteguhan kasih dan kesetiaan-Mu! Mengapa bangsa-bangsa berkata…” (Mazmur 115:1-2). Penting bagi kita untuk mempelajari bagaimana permohonan ini menentukan kita dalam mencari kehormatan dan kemuliaan Tuhan dan tidak mengingini kehormatan manusiawi kita yang kecil. Juga memohon bantuan bertujuan untuk menghormati Tuhan! Hal ini menjadikan kita rendah hati dan kecil serta dapat menyelamatkan kita dari ambisi dan bekerja demi kehormatan diri sendiri. Pencarian dan pemeliharaan kehormatan diri sendiri seringkali terjadi secara tidak sadar atau terselubung dalam jubah keagamaan, namun pemazmur mengajarkan kita untuk menempatkan ‘kabad’/martabat dan kekuasaan Tuhan sebagai pusatnya. Ia berdoa “‘lo lanu YHWH’/bukan kepada kami Tuhan, tetapi kepada nama-Mu berikanlah ‘kabad’/kemuliaan…” (Mazmur 115:1). Tuhan Sendiri mengatakan kepada kita bahwa Dia tidak membagikan ‘kabod’ dan pujiannya kepada siapa pun atau apa pun: “… ‘Kabad’/kehormatanku tidak kuberikan kepada orang lain, dan pujianku tidak kuberikan kepada patung berhala” (Yesaya 42:8).
Panggilan untuk penghormatan kepada Tuhan Kami berhutang budi kepada Tuhan Allah. Alangkah sedihnya ketika kita mendengar Dia bertanya, “Seorang anak ‘kabad’/menghormati ayahnya […] Aku seorang Bapa, dimanakah ‘kabad’/upeti-Ku?” (Maleakhi 1:6). Pertanyaan bertahun-tahun yang lalu itu juga bergema sekarang! Penghormatan kepada Tuhan mencakup pengakuan yang lengkap dan tanpa syarat atas keagungan Ilahi-Nya dan kekayaan isi Nama-Nya. Daud menyanyikan tentang hal ini: “Anggaplah Tuhan, hai keluarga-keluarga bangsa-bangsa, anggaplah Tuhan ‘kabad’/kemuliaan dan kekuatan! Anggaplah nama-Nya sebagai ‘kabad’/kemuliaan bagi Tuhan…” (1 Tawarikh 16:28). Ini berarti memberikan penghormatan kepada-Nya dalam hidup kita, mengakui Dia sebagai Allah yang mulia, yang memegang kita dalam tangan-Nya. Menghargai nama-Nya dan menjunjungnya dalam praktik kehidupan kita sehari-hari, yaitu memberi nama-Nya ‘kabad’/penghargaan karena mengetahui bahwa Dia sangat agung dan mulia, namun datang kepada kita dalam Putra-Nya yang terkasih. Ketika kita tidak membela nama-Nya yang kudus dan kita tidak terlalu mencintai nama itu – nama Tuhan Yesus! (Kisah Para Rasul 4:12) – artinya nama Tuhan tidak diperlakukan dengan ‘kabad’/martabat yang kita miliki kepada-Nya. Hal ini membawa kita pada pertanyaan praktis apakah, dan jika demikian, kapan, bagaimana dan dengan cara apa kita gagal dalam mengakui ‘kabad’/kemuliaan beliau. Mungkin saat kita kurang bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan? Atau mungkin ketika kedangkalan atau ketidakstabilan tertentu menentukan hubungan kita dengan-Nya? Seruan pemazmur dengan jelas menyatakan: “Berasallah dari Tuhan, hai makhluk surgawi, anggaplah milik Tuhan ‘kabad’/kemuliaan dan kekuatan” (Mazmur 29:1). Penghormatan kita adalah milik Dia, karena hanya Dialah Raja kemuliaan (Mazmur 24:7-10)! “… nyanyikan ‘kabod’/kemuliaan nama-Nya; berikanlah kepada-Nya ‘kabad’/pujian agung! …” (Mazmur 66:2).
jadi כבד ‘kabad’ yang dimaksud dalam ayat ini adalah mengormati Tuhan dengan atau dalam tindakan seperti kita menghormati orang tua kita dengan tindakan.
frasa kedua ayat 9 ini menjelaskan lebih lanjut bagaimana cara kita “menghormati” Tuhan dalam tindakan
kata מֵהֹונֶ֑ךָ (mehoneka) terdiri dari kata depan מֵ (me) artinya “dari”, dan הֹונֶ֑ךָ kata (honeka) kata benda maskulin tunggal konstrak, orang kedua maskulin tunggal dari akar kata הוֹן (hon) artinya “kekayaan, kecukupan”. jadi מֵהֹונֶ֑ךָ (mehoneka) artinya “dari kekayaan atau kecukupanmu”. kata הוֹן (hon) tidak hanya berarti kekayaan bahkan kecukupan dalam finansial menurut amsal 3:9 ini juga adalah kekayaan, tidak punya hutang berarti kita bercukupan yang berarti kita kaya, selalu ada saat membutuhkan berarti kaya. kecukupan adalah kekayaan.
kata וּ֝מֵרֵאשִׁ֗ית (umeresit) terdiri dari kata penghubung וּ֝ (we) artinya “dan, tetapi, dan lain-lain”, kata depan מֵ (me) artinya “dari”. dan kata רֵאשִׁית (resit) kata benda feminim tunggal konstrak artinya “awal, yang pertama, permulaan”. jadi וּ֝מֵרֵאשִׁ֗ית (umeresit) berarti “dan dari awal” atau “dan dari yang pertama”.
akar kata yang sama juga digunakan pada kejadian 1:1 “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. kata “pada mulanya” diterjemahkan dari kata בְּרֵאשִׁ֖ית (bereshit) dari akar kata רֵאשִׁית (reshit), ini kata pertama didalam Alkitab yang menggambarkan proses penciptaan.[3]
kata כָּל־תְּבוּאָתֶֽךָ (kal-tebuateka), terdiri dari kata כָּל־ (kal) kata benda maskuln tunggal artinya “semua”. dan kata תְּבוּאָתֶֽךָ (tebuateka) kata benda feminim konstrak orang kedua maskulin tunggal dari akar kata תְּבוּאָה (tebuah) artinya “produk, pendapatan”. jadi כָּל־תְּבוּאָתֶֽךָ (kal-tebuateka) artinya “semua pendapatanmu”

Tahukah Anda[4]
bahwa kitab Kejadian dan Injil Yohanes dimulai dengan dua kata yang sama? Keduanya memulai dengan “Pada awalnya. . .” Saya baru-baru ini memulai rencana membaca Alkitab dengan membaca Kejadian dan Injil Yohanes. Hal ini membuat persamaan antara kedua akun ini benar-benar luar biasa! Jelas sekali bahwa Yohanes menggemakan kisah penciptaan dalam kitab Kejadian ketika ia merefleksikan kekekalan Firman. Firman itu bukan hanya “pada mulanya”, tetapi Ia juga pencipta dan sumber kehidupan, terang yang bersinar dalam kegelapan. Mari kita lihat apa yang dapat kita pelajari tentang persamaan ini dengan menggunakan Kamus Ekspositori Lengkap Kata-kata Perjanjian Lama dan Baru dari Mounce.
Mari kita mulai dengan melihat ayat pembuka Kejadian 1. Kejadian dibuka dengan kata-kata ini, “Pada mulanya”. Kata Ibrani yang diterjemahkan di sini sebagai permulaan adalah רֵאשִׁית (rēʼšît). Anda dapat mengakses entri untuk kata ini di Kamus Mounce dengan mengetuk lama di awal, mengetuk Cari, lalu mengetuk entri untuk kamus. Menariknya, dia mengatakan ini tentang רֵאשִׁית dalam Kejadian 1: Jarang sekali rēʼšît digunakan sendiri tanpa kata benda lain. Dua ayat yang paling umum adalah Kej 1:1, yang secara sederhana mengatakan “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Bagian lainnya adalah deskripsi tentang Tuhan dalam Yes. 46:9-10: “Akulah Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang seperti aku. Aku memberitahukan akhir itu sejak awal, dari zaman dahulu kala, apa yang masih akan datang.” Keunikan konstruksi ini seolah menunjuk pada keunikan peristiwa: pada mulanya; Tuhan menciptakan, namun Dia melakukannya dengan mempertimbangkan tujuan akhir. Lebih jauh lagi, permulaan penciptaan ditandai di bagian lain dalam Kitab Suci sebagai ex nihilo; dengan kata lain, Tuhan menciptakan pada mulanya waktu dari ketiadaan, hanya dengan kuasa-Nya saja (lih. Maz 33:6, 9; Ibr 11:3).
Perhatikan juga hubungan antara רֵאִשׂית dan רֹאשׂ. Kedua kata tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan awal dari sesuatu, tetapi arti utama dari רֹאשׂ adalah kepala, kepala masyarakat secara harfiah atau lebih metaforis untuk pemimpin masyarakat. Kita akan melihat bahwa padanan bahasa Yunani dari רֵאִשׂית mempunyai hubungan yang sama.
Pada awalnya . . . adalah Firman Jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas untuk artikel di Kamus Mounce tentang awalan kata dalam bahasa Inggris, Anda dapat menggulir ke bawah untuk membaca entri untuk kata-kata Yunani yang terkait dengan gagasan ini dalam Perjanjian Baru. Atau Anda dapat melakukan Pencarian mulai dari Yohanes 1:1 untuk mengakses artikel. Berikut ini tangkapan layar dari entri PB dengan Yohanes 1:1 di Jendela Utama. Perhatikan bagaimana kata Yunani untuk permulaan (ἀρχή, archē) mengungkapkan konsep permulaan dan penggaris. Beginilah cara Mounce menjelaskannya di paragraf pertama: Mirip dengan kata kerja archō, archē berarti “permulaan” dan “penguasa”. Arti ganda dari Gk. Kata ini berasal dari gagasan bahwa sesuatu telah lama menggerakkan dunia dan menetapkan aturan-aturan yang wajib dipatuhi oleh dunia itu sendiri. Filosofi ini menjelaskan mengapa archē digunakan dalam PB untuk menunjukkan awal dari sesuatu (Yoh. 1:1, “Pada “permulaan” ada Firman”; lih. 1:2; 1 Yoh. 1:1; 2: 7, 13, 14, 24) dan orang atau sesuatu yang menjalankan otoritas atas orang lain (“Apabila kamu dibawa ke hadapan sinagoga-sinagoga, para penguasa dan penguasa, janganlah kamu khawatir,” Luk. 12:11; lih. 20:20).

Firman itu adalah “Pada Mulanya” dan merupakan “Yang Permulaan.” Jelas bahwa Yohanes menggambarkan Firman hadir bersama Allah pada awal kisah penciptaan yang terdapat dalam Kejadian 1. Yohanes dengan jelas menunjuk kembali ke permulaan. Tapi sepertinya dia juga menunjuk ke depan. Kita melihat hal ini dalam uraiannya tentang Firman sebagai terang yang bersinar dalam kegelapan (Yoh. 1:5) dan terang sejati yang datang ke dalam dunia (Yoh. 1:9). Dia juga menggunakan ἀρχή di kemudian hari dalam Injilnya untuk merujuk pada awal mukjizat dan pelayanan Yesus (2:11; 6:64; 8:25; 15:27; 16:4). Jika kita menambahkan bagaimana ia menggunakan kata yang sama dalam suratnya yang pertama (1 Yoh. 1:1; 2:7, 13, 14, 24; 3:8, 11), maka hal ini semakin memperkuat maksudnya. Yesus, Firman yang kekal, pada mulanya bersama Allah ketika Ia menciptakan langit dan bumi. Dan dialah awal dari ciptaan baru, pendiri dan penguasa dunia baru.
Dalam frasa kedua terungkap alasan kenapa memberikan hasil pertama dari penghasilan kita bukanlah memuliakan Tuhan tapi menghormati-Nya?
karena dengan memberikan hasil pertama dari penghasilan kita, kita telah memberikan pernyataan bahwa “saya mengetahui, mengakui bahwa Tuhanlah yang menciptakan bumi dan segala isinya, Dia-lah yang pertama kali bekerja untuk saya, dan Dia pemimpin saya”. dengan demikian saya memberikan buah pertama
kejadian 4: 1-16 kain dan habel mengetahui bahwa mereka masing-masing harus memberikan hasil dari jerih payah mereka, terlepas dari siapa yang persembahannya diterima atau ditolak, keduanya tahu bahwa suatu kewajiban bagi mereka mempersembahkan kepada Tuhan sebagai bentuk penghormatan dalam tindakan.
jika engkau menghormati Tuhan dengan tindakan maka janji-Nya adalah

ayat 10: maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggur
ayat 10: וְיִמָּלְא֣וּ אֲסָמֶ֣יךָ שָׂבָ֑ע וְ֝תִירֹ֗ושׁ יְקָבֶ֥יךָ יִפְרֹֽצוּ׃ פ
ayat 10: וְיִמָּלְא֣וּ אֲסָמֶ֣יךָ שָׂבָ֑ע וְ֝תִירֹ֗ושׁ יְקָבֶ֥יךָ יִפְרֹֽצוּ׃ פ (weyimmaleu asameka saba wetirowos yeqabeka yiprostu ) artinya “lumbung-lumbungmu mereka akan diisi penuh dengan banyak anggur baru, tong-tong anggurmu mereka akan menerobos keluar”
kata וְיִמָּלְא֣וּ (weyimmaleu) terdiri dari kata depan וְ (we) artinya “dan, tetapi, maka”. sedangkan kata יִמָּלְא֣וּ (yimmaleu) adalah kata kerja nifal (pasif dari pa’al) imperatif orang ketiga maskulin jamak dari akar kata מָלֵא (male atau mala) artinya “menjadi penuh, untuk mengisi, kepuasan, puas”. jadi kata וְיִמָּלְא֣וּ (weyimmaleu) artinya “maka mereka akan diisi penuh”
kata אֲסָמֶ֣יךָ (asameka) adalah kata benda maskulin jamak orang kedua maskulin tunggal dari akar kata אָסָם (asam) artinya “gudang atau lumbung”. maka אֲסָמֶ֣יךָ (asameka) artinya “gudang-gudangmu atau lumbung-lumbungmu”.
kata שָׂבָ֑ע (saba) kata benda maskulin tunggal artinya “banyak, kenyang”
kata וְ֝תִירֹ֗ושׁ (wetirowos) terdiri dari kaata depan וְ֝ (we) artinya “dan, tetapi, maka”. kata תִירֹ֗ושׁ (tirowos) kata benda maskulin tunggal dari akar kata תִּירוֹשׁ (tirosh) artinya “harus anggur baru atau segar”
kata יְקָבֶ֥יךָ (yeqabeka) adalah kata benda maskulin jamak konstrak dengan orang kedua maskulin tunggal dari akar kata יֶקֶב (yeqeb) artinya “tong atau waduk anggur”. maka kata יְקָבֶ֥יךָ (yeqabeka) artinya “tong-tong anggurmu”.
kata יִפְרֹֽצוּ (yiprotsu) adalah kata kerja qal imperfect orang ketiga maskulin jamak dari akar kata פרַץ (parats) artinya “menerobos, keluar”. kata יִפְרֹֽצוּ (yiprotsu) artinya “mereka akan menerobos atau mereka akan keluar”.
Alat pengepres akan meledak Sebaliknya, lemak akan meluap. Perasan anggur orang Yahudi terdiri dari dua wadah atau tong yang ditempatkan pada ketinggian berbeda, di bagian atas tempat buah anggur diinjak, sedangkan di bagian bawah untuk menampung sari buah anggur. Kedua tong tersebut disebutkan bersama-sama hanya dalam Yoel 3:13, ‘Tempat pemerasan (gath) sudah penuh, tong-tong (yeqebim) melimpah,’ tong bagian atas penuh dengan buah-buahan, tong bawah penuh dengan must. yeqeb (bentuk tunggal) juga diterapkan dalam Yoel 2:24, dan dalam Amsal 3:10, dimana kata kerja yang diterjemahkan meledak, mengandung arti yang lebih umum tentang kelimpahan.[4]
what a beautiful promise (janji yang sangat indah). jika selama ini yang kita bayangkan adalah segelas anggur yang diisi sampai meluap

maka itu bukanlah apa yang dijanjikan di dalam ayat 10 ini. yang dijanjikan Tuhan lebih besar dari yang kita bayangkan. Bayangkan kita mempunyai gudang bukan 1, harus lebih dari 1, karena berdasarkan ayat 10 “lumbung-lumbung” atau “gudang-gudang”.
Demikianlah lumbung-lumbungmu akan dipenuhi dengan berlimpah. Janji yang diusung untuk menganjurkan agar kekayaan seseorang dibaktikan kepada Yehuwa, dan pada saat yang sama memberikan motif yang pada pandangan pertama tampak egois dan patut dipertanyakan, pada kenyataannya merupakan ujian iman. Hanya sedikit orang yang mudah menyadari bahwa memberi akan meningkatkan simpanan mereka (Wardlaw). Dibenarkan dalam mengemukakan janji ini dengan bahasa Musa dalam Ulangan 28:1-8, merengek, antara lain, dia berjanji bahwa Yehuwa akan memerintahkan berkat atas “gudang” dan industri orang-orang yang menghormati Tuhan. Prinsip ini diungkapkan sebaliknya dalam Amsal 11:25, “Orang yang murah hati akan menjadi gemuk, dan siapa yang minum akan diberi minum juga;” dan ini dicontohkan dalam Hagai 1:3-11; Hagai 2:15, 19; Maleakhi 3:10-12, dan dalam Perjanjian Baru di Filipi 4:14-19; 2 Korintus 9:6-8. lumbungmu; asameykha, satu-satunya bentuk asam, “gudang”, “gudang”, atau “lumbung”, muncul. Kata Ibrani asam sama dengan kata Latin horreum (Vulgata) dan kata Yunani ταμιεῖον (LXX.). Dengan banyak (saba); Vulgata, saturitas; yaitu kepenuhan, kelimpahan, kelimpahan. Akar kata saba adalah “menjadi puas”, dan itu adalah kepuasan yang melimpah. Ungkapan ini dan berikut ini, dan mesin pemerasmu akan penuh dengan anggur baru, menggambarkan kelimpahan yang terbesar. Penekanmu (yeqabeka).

Kata yang diterjemahkan sebagai “mesin pemeras” di sini sebenarnya adalah “tong” atau “waduk”, yang menjadi tempat mengalirnya hasil pemerasan anggur. Alat pemeras anggur terdiri dari dua bagian, gath (setara dengan bahasa Latin torcularium, torculum, atau torcular; Yunani, ληνός, Matius 21:33), di mana buah anggur dikumpulkan dari kebun anggur di sekitarnya, dan di sana diinjak oleh beberapa orang (Nehemia 13:15: Yesaya 63:3; Ratapan 1:15), yang pergerakannya diatur oleh menyanyi atau berteriak (Yesaya 16:10; Yeremia 48:33), seperti di kalangan orang Yunani (lihat ‘Athen.,’ 5. hal. 199, a; Anacreon, ‘Od.,’ 17:1, 52; lih. Theocritus , 7:25) dan orang Mesir (Wilkinson, ‘Man. and Cust.,’ vol. 2. pp. 152-157); dan yekev, yang digunakan di sini, yaitu bak dengan ukuran yang sesuai, digali ke dalam tanah, atau dipotong dari rak, di tingkat yang lebih rendah, untuk menerima keharusan. Yekev berhubungan dengan kata Yunani ὑπολήνιον, disebutkan dalam Markus 12:l, dan kata Latin lacus (Ovid, ‘Fasti,’ 5:888; Pliny, ‘Epist.,’ 9:20; ‘Colum. de Rust.,’ 12 :18): Cajeterus memang berbunyi, lacus torcularii. Namun, kata yekev digunakan untuk alat pemeras anggur itu sendiri dalam Ayub 24:11 dan 2 Raja-raja 6:27. Akan meledak יִפְרֹֽצוּ (yiprotsu); secara harafiah, mereka akan memperluas diri mereka sendiri; yaitu akan meluap. Parat, “menghancurkan,” di sini digunakan secara metaforis dalam arti “menjadi mubazir,” “melimpah” (lih. 2 Samuel 5:20). Kata ini digunakan secara intransitif untuk suatu bangsa yang menyebarkan diri mereka ke luar negeri, atau semakin bertambah, dalam Kejadian 28:14; Keluaran 1:12. Anggur baru (tirosh); Vulgata, Arab, dan Syria, vino; LXX., οἴνῳ; dengan tepat, seperti dalam Versi Resmi, “anggur baru;” Latin, mustum (lihat Ulangan 33:28; Yesaya 36:17; Yesaya 55:1). Amsal 3:10.[5]
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)Kamus versi online/daring (dalam jaringan), https://kbbi.web.id/hormat, july 27, 2023
- https://www.biblword.net/biblical-vocabulary-the-verb-kabed/, Biblical vocabulary: the verb כבד (“being heavy”), Dr. Annechiena Sneller-Vrolijk
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30078756/, Dictionaries In the Beginning,
- Cambridge Bible for Schools and Colleges
- Pulpit Commentary

Leave a comment