Lanjutan eksposisi Amsal 3:5-6
Amsal 3:7 janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jahuilah kejahatan.
Amsal 3:7 אַל־תְּהִ֣י חָכָ֣ם בְּעֵינֶ֑יךָ יְרָ֥א אֶת־יְ֝הוָ֗ה וְס֣וּר מֵרָֽע׃
Terjemahan penulis: janganlah kamu menjadi bijaksana di matamu sendiri, takutlah kepada YHWH dan matikanlah atau berbaliklah dari kejahatan.

kata אַל־תְּהִ֣י (al-tehi) terdiri dari kata אַל־ (al) yang adalah kata keterangan “tidak, jangan”. sedangkang תְּהִ֣י (tehi) adalah kata kerja Qal imperatif jussive orang kedua maskulin tunggal artinya “jatuh, menjadi, terjadi”. jadi אַל־תְּהִ֣י (al-tehi) artinya “janganlah kamu menjadi”
kata חָכָ֣ם (hakam) merupakan kata sifat maskulin tunggal artinya “bijaksana, cerdas, terampil, berseni, berbakat”.
kata בְּעֵינֶ֑יךָ (beenaka) terdiri dari kata בְּ (be) merupakan preposisi atau kata depan artinya “dalam, di”. dan kata עֵינֶ֑יךָ (eneka) adalah kata benda ganda genitif orang kedua maskulin tunggal dari akar kata עַיִן (ayin) artinya “mata, sebuah mata”. jadi בְּעֵינֶ֑יךָ (beenaka) artinya “dalam matamu sendiri, di matamu sendiri”. Kita dapat menganggap ini sebagai penjelasan tentang apa artinya bersandar pada pengertian sendiri (Amsal 3:5). Itu berarti menganggap hikmat kita lebih baik dan lebih besar daripada hikmat Allah
Syarat keempat dari janji di ayat 8 adalah
frasa אַל־תְּהִ֣י חָכָ֣ם בְּעֵינֶ֑יךָ (al-tehi hakam be’eneka), “janganlah kamu menjadi bijaksana, berseni, terampil, berbakat di matamu sendiri”. Nasihat ini melanjutkan pemikiran dari ayat-ayat sebelumnya (5, 6), mendekatinya dari arah yang berbeda. Ini adalah protes terhadap swasembada (usaha mencukupi diri sendiri, kesombongan diri, dan kemandirian, yang berarti mengandalkan diri sendiri. orang yang menganggap dirinya bijaksana, terampil, berbakat cenderung akan תִּשָּׁעֵֽן (tissaen) tersandar pada dirinya sendiri, pada pengetahuannya, pada keterampilannya, dan pada bakatnya. “Celakalah mereka yang menganggap dirinya bijak, dan menganggap dirinya bijaksana!” (Yesaya 5:21), kata “Celakalah” diterjemahkan dari kata הוֹי (hoy) artinya “duka”, bagi orang-orang yang tersandar pada dirinya sendiri ada duka yang menanti, karena semangat seperti itu mengarah pada ketergantungan diri yang dilarang. Ajaran teks ini ditegaskan kembali oleh Paulus, khususnya dalam Roma 12:16, “Janganlah menganggap dirimu sendiri bijaksana” (bdk. 1 Korintus 8:8; Galatia 6:3). Pencarian yang rajin untuk Kebijaksanaan diperintahkan. Hambatan besar bagi semua kebijaksanaan sejati adalah pemikiran bahwa kita telah mencapainya (Plumptre). Di matamu sendiri; yaitu dalam perkiraan Anda sendiri; arbitrio tuo (Trem. et Jun.).
kata יְרָ֥א (yera) adalah kata kerja qal imperatif maskulin tunggal dari akar kata יָרֵא (yare) artiya “takut”. jadi יְרָ֥א (yera) artinya “takutlah”
kata אֶת־יְ֝הוָ֗ה (et-YHWH), kata אֶת (et) adalah penanda objek langsung artinya “kepada”. kata (YHWH) kata benda maskulin tunggal. אֶת־יְ֝הוָ֗ה (et-YHWH) artinya “kepada YHWH”
Inti dari seluruh perikop ini yakni amsal 3:1-26 adalah יְרָ֥א אֶת־יְ֝הוָ֗ה (yera et-YHWH) tanpa takut akan TUHAN kita akan tersandar pada diri sendiri, tanpa takut akan Tuhan kita tidak akan mengenal atau mengetahui TUHAN, tanpa takut akan TUHAN kita tidak akan percaya kepadanya, tanpa takut akan TUHAN kita akan berpikir bisa melakukan apapun (termaksud aborsi, pernikahan sesama jenis, dll yang sudah dilegalkan oleh banyak negara-negara barat), tanpa takut akan TUHAN tidak ada umur panjang. Jadi apa artinya יְרָ֥א אֶת־יְ֝הוָ֗ה (yera et-YHWH). יְרָ֥א (yera) dari akar kata יָרֵא (yare) muncul dalam bentuk akar bahasa Ibrani sebanyak 402 kali dalam Perjanjian Lama dan diterjemahkan dalam berbagai cara. יְרָ֥א (yera) artinya “takut, ketakutan, hormat, hormati, kagum, berdiri dalam kekaguman, menyebabkan keheranan dan kekaguman.
Ketakutan adalah konsep abstrak, tetapi kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “ketakutan” memiliki definisi yang lebih konkret di belakangnya. Akar kata pertama yang akan kita periksa adalah פחד pahhad.
Ketakutan (pahhad – kata benda)) mendatangi saya, dan gemetar, dan menyebabkan semua tulang saya bergetar (pahhad – kata kerja). Ayub 4:14. Dalam ayat ini, kata “takut” adalah kata benda פחד pahhad yang berarti “gemetar”, sedangkan kata “gemetar” adalah kata kerja פחד pahhad yang berarti “mengguncang”.
Akar kata Ibrani kedua adalah ירא yara [H:3372]. Dalam ayat berikut, kita akan melihat bahwa kata kerja ini berarti “takut” dalam arti yang kita anggap takut.
Dan dia berkata, aku mendengar suaramu di taman dan aku takut (yara) karena aku telanjang dan aku bersembunyi. Kejadian 3:10
Di ayat berikutnya, kita melihat kata Ibrani yang sama dalam konteks yang lebih positif.
Anda akan menghormati (yara) YHWH Elohim dan kita akan melayani dia, Ulangan 6:13.
Banyak yang akan menyimpulkan dari dua bagian ini kata Ibrani ini memiliki dua arti yang berbeda, takut dan hormat. Asumsi ini dibuat dengan banyak kata Ibrani, tetapi ini disebabkan oleh pemahaman kosakata bahasa Ibrani dari sudut pandang non-Ibrani. Setiap kata Ibrani hanya memiliki satu arti tetapi dapat memiliki penerapan yang berbeda. Arti harfiah dari yara adalah “aliran yang mengalir”, yang dapat diterapkan pada “ketakutan” atau “penghormatan”. Pernahkah Anda begitu takut atau berada di hadapan sesuatu yang begitu menakjubkan sehingga Anda bisa merasakannya di dalam perut Anda? “Perasaan” ini adalah arti dari kata ini. Orang Ibrani adalah orang yang sangat emosional, dan dalam banyak kasus kata-kata mereka lebih menggambarkan “perasaan”, bukan “tindakan”.
Takut (yirah) akan TUHAN adalah permulaan hikmat: dan pengetahuan tentang yang kudus adalah pengertian Amsal 9:10 (KJV)
Kata “takut” dalam ayat ini adalah kata benda יראה yirah [H:3374], berasal dari kata kerja yarah. Pemahaman umum dari ayat ini adalah jika seseorang takut atau sangat kagum kepada Yahweh, dia akan memiliki hikmat, tetapi seperti yang akan kita lihat, ini tidak sesuai dengan penggunaannya dalam bahasa Ibrani. Bahasa Ibrani untuk “takut akan TUHAN” (seperti yang ditemukan dalam ayat di atas) ditulis dengan dua kata benda, יהוה יראת yirat Yahweh (Yirat adalah kata benda feminin yang diakhiri dengan huruf ה, seperti yirah, digunakan dalam bentuk konstruksi, ה diubah menjadi ת, dalam hal ini menjadi yirat.). Ketika sebuah kata benda mendahului kata benda lain, kata benda pertama berada dalam keadaan konstruk, artinya ia terhubung dengan kata benda kedua-dua kata bersama-sama membentuk satu konsep. Contoh kata benda konstruk dapat ditemukan dalam frasa אלהים מלכות malkut elohiym (kerajaan Allah).” Perhatikan kata benda pertama, “kerajaan,” termasuk kata benda kedua, “Tuhan.”
Di bawah ini adalah daftar lengkap frase konstruksi dari kitab Kejadian di mana kata kedua dalam konstruksi adalah “Yahweh.”
Firman Yahweh (Kejadian 15:1)
Suara Yahweh (Kejadian 3:8)
Wajah Yahweh (Kejadian 4:16)
Nama Yahweh (Kejadian 4:26)
Mata Yahweh (Kejadian 6:8)
Taman Yahweh (Kejadian 13:10)
Malaikat Yahweh (Kejadian 16:7)
Jalan Yahweh (Kejadian 18:19)
Gunung Yahweh (Kejadian 22:14)
kita akan melihat dalam setiap contoh kata pertama dalam konstruksi (kata, suara, dll) milik kata kedua dari konstruksi (Yahweh). Jadi, mengapa kita mengira kata “takut” dalam frase konstruksi “takut akan Yahweh” adalah ketakutan “kita” dan bukan ketakutan Yahweh? Kita tahu Tuhan tidak bisa “takut”, tetapi seperti yang ditunjukkan sebelumnya, kata kerja Ibrani yara secara harfiah berarti “mengalir keluar dari usus”. Sekarang pertanyaannya menjadi, “Apa yang mengalir keluar dari perut Yahweh?”
Mari kita lihat dua konstruksi lain, yang akan menjelaskan apa itu “takut akan Yahweh”.
Tetapi kesukaannya ialah taurat TUHAN ; dan dalam hukumnya dia bermeditasi siang dan malam Mazmur 1: 2 (KJV)
Bahasa Ibrani untuk “hukum TUHAN” adalah יהוה תורת torat Yahweh. Kami sebelumnya mendefinisikan kata תורה torah [H:8451] (Torat adalah bentuk konstruk dari kata benda feminin torah) sebagai ajaran. Ini berasal dari kata kerja ירה yarah [H:3384] yang berarti “melempar” (dalam arti mengalir) dan berkaitan erat dengan kata kerja yara yang sedang kita kaji. Mereka tidak hanya terkait dalam arti keduanya berasal dari akar kata induk yang sama, יר yar, tetapi keduanya juga terkait secara definisi.
Konstruksi kedua ditemukan dalam Hakim-hakim 3:10.
Dan Roh TUHAN menghinggapinya… (RSV)
Dalam konstruk יהוה רוח ru’ahh Yahweh kita menemukan kata ru’ahh, artinya angin (jenis lain dari “mengalir”), yang juga bisa berarti karakter individu.
hahaha…. penjelasan yang amat sangat panjang, singkatnya “Yare” adalah ketakutan yang berasal dari YHWH, yang ditanamkan dalam diri kita ketakutan inilah yang harus dimiliki mempelai kristus. “yare” adalah ketakutan yang disertai kekaguman dan hormat, tapi juga disertai kengerian akan murka YHWH, tidak seperti takut kepada hantu atau setan atau iblis.
kata וְס֣וּר (wesur), terdiri dari kata וְ (we) yang adalah kata konjungsi atau penghubung artinya “dan, tetapi, selanjutnya, dll”. dan kata ס֣וּר (sur) kata kerja qal imperatif masukin tunggal artinya “matikanlah, berbaliklah, tolaklah, jauhilah, keluarlah”. jadi וְס֣וּר (wesur) artinya “dan matikanlah”
kata מֵרָֽע (mera). Terdiri dari kata מֵ (me) merupakan kata depan artinya “dari”, dan רָֽע (ra) kata sifat maskulin tunggal artinya “kejahatan”. jadi מֵרָֽע (mera) artinya “dari kejahatan”.
יְרָ֥א אֶת־יְ֝הוָ֗ה וְס֣וּר מֵרָֽע (yera et-YHWH wesur mera) Takutlah akan Tuhan, dan menjauhlah dari kejahatan. Hubungan ini dengan bagian pertama dari ayat tersebut menjadi jelas setelah direnungkan. “Takut akan Tuhan” adalah hikmat yang sejati (Ayub 28:28; Amsal 1:7). Karena itu, takutlah akan Tuhan, karena itu adalah koreksi terbaik dari kebijaksanaan seseorang, yang menimbulkan kesombongan, kesombongan, keangkuhan pikiran, yang, terlebih lagi, menipu dan cenderung mengarah pada dosa. Takut akan Tuhan memiliki keuntungan lain – bahwa itu mengarah pada menjauhi kejahatan (Amsal 16:6) Ini adalah tanda orang bijak bahwa dia takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan (Amsal 14:16). Ajaran-ajaran ini membentuk dua unsur kesalehan praktis (Delitzsch), contoh utamanya seperti Ayub (Ayub 1:1). Amsal 3:7
Salomo melanjutkan nasihatnya tentang mempercayai Tuhan daripada pengertian sendiri. Dia memberi tahu kita untuk tidak mengandalkan kebijaksanaan kita sendiri. Ini tidak berarti kita bertindak sembarangan atau tanpa berpikir. Intinya adalah bahwa kecerdasan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecerdasan Tuhan, yang menciptakan kita. Kebijaksanaan manusia berada jauh di bawah kebijaksanaan Tuhan dan mengarah pada asumsi yang salah. Roma 1:22–23 melaporkan bahwa orang kafir mengaku bijak tetapi menjadi bodoh dengan menyembah alam daripada Sang Pencipta.
Adalah jauh lebih baik untuk menghormati Tuhan, percaya kepada-Nya, dan menjauhi kejahatan daripada mengikuti kecenderungan kita sendiri. Ayub tidak mengerti mengapa dia sangat menderita, tetapi dia yakin bahwa Tuhan tahu apa yang dia lakukan. Dia mengakui bahwa tanggung jawabnya adalah menghormati Tuhan dan menolak kejahatan. Dalam Ayub 28:28, dia mengutip perkataan Tuhan, “Lihatlah, takut akan Tuhan itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah pengertian.” Oleh karena itu, Ayub tidak membiarkan penderitaannya membujuknya untuk berbuat dosa. Sebaliknya, dia dengan bijak menghormati Tuhan dan akhirnya menerima upah yang berlimpah (Ayub 42:10–17).
Jika kita sudah melakukan keempat syarat yang telah dijelaskan maka kita berhak atas janji di ayat 8, yakni:
Amsal 3:8 itulah yang menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
Amsal 3:8 רִ֭פְאוּת תְּהִ֣י לְשָׁרֶּ֑ךָ וְ֝שִׁקּ֗וּי לְעַצְמֹותֶֽיךָ׃

“itulah yang menyembuhkan tubuhmu” diterjemahkan dari frasa רִ֭פְאוּת תְּהִ֣י לְשָׁרֶּ֑ךָ (rip’ut tehi lesarreka)
kata רִ֭פְאוּת (rip’ut) kata benda maskulin tunggal dari akar kata artinya “penyembuhan”, terjemahan LAI “menyembuhkan” adalah kata kerja sedangkan רִ֭פְאוּת (rip’ut) adalah kata benda “penyembuhan”.
kata תְּהִ֣י (tehi) kata kerja qal imperfect jussive dengan kata ganti orang ketiga dari akar kata הָיָה (hayah) artinya “jatuh, terjadi, menjadi, menjadi”. maka תְּהִ֣י (tehi) artinya “dia akan menjadi”.
kata לְשָׁרֶּ֑ךָ (lesarreka) terdiri dari preporsisi לְ (le) arti “untuk”. kata שָׁרֶּ֑ךָ (sarreka) kata benda maskulin tunggal konstruk dengan kata ganti orang kedua maskulin tunggal dari akar kata שֹׁר (sor) artinya “tali pusar, daging”. maka לְשָׁרֶּ֑ךָ (lesarreka) artinya “untuk tali pusarmu” atau “untuk dagingmu”.
Maka רִ֭פְאוּת תְּהִ֣י לְשָׁרֶּ֑ךָ (rip’ut tehi lesarreka) artinya “dia akan menjadi penyembuhan untuk tali pusarmu” atau “dia akan menjadi penyembuhan untuk dagingmu”. שֹׁר (sor) lebih sering digunakan dengan arti “tali pusar” memberikan arti bahwa penyembuhan yang dikerjakan firman TUHAN adalah penyembuhan yang total sama seperti kita baru lahir, dengan tubuh yang sehat.
frasa “dan menyegarkan tulang-tulangmu” diterjemahkan dari וְ֝שִׁקּ֗וּי לְעַצְמֹותֶֽיךָ (wesiq’qui leatsmoteka)
kata וְ֝שִׁקּ֗וּי (wesiq’qui) terdiri dari וְ֝ (we) kata penghubung “dan, tetapi” dan שִׁקּ֗וּי (siq’qui) kata benda maskulin tunggal artinya “minuman”.
kata לְעַצְמֹותֶֽיךָ (leatsmoteka) terdiri dari preporsisi לְ (le) arti “untuk”. dan kata עַצְמֹותֶֽיךָ(leatsmoteka) kata benda feminim jamak konstruk dengan orang kedua maskulin tunggal dari akar kata עֶצֶם (etsem) artinya “tulang”. maka לְעַצְמֹותֶֽיךָ (leatsmoteka) berarti “untuk tulang-tulangmu”.
וְ֝שִׁקּ֗וּי לְעַצְמֹותֶֽיךָ (wesiq’qui leatsmoteka) berarti “minuman untuk tulang-tulangmu”.
jadi ayat 8 adalah janji penyembuhan total baik didaging maupun ditulang, mendapat tubuh yang baru seperti baru lahir. janji ini hanya akan diperoleh jika telah memenuhi 4 syarat, yakni:
- Menjaga גַּרְגְּרוֹת (GERGEROTH atau LARING atau PITA SUARA).
- תִּשָּׁעֵֽן (thisaen) jangan tersandar pada kebijaksanaanmu, bakatmu, keterampilanmu.
- יָדַע (yada) TUHAN.
- יָשַׁר (Yare) “takut” TUHAN.

Leave a comment